Jumat, 14 Agustus 2020

PPKN- KASUS PELANGGARAN HAK DAN PENGINGKARAN KE WAJIBAN WARGA NEGARA-PERTEMUAN -3


1. Penyebab Terjadinya Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban 
Warga Negara
Pelanggaran hak warga negara terjadi ketika warga negara tidak dapat 
menikmati atau memperoleh haknya sebagaimana yang ditetapkan oleh 
undang-undang. Pelanggaran hak warga negara merupakan akibat dari adanya 
pelalaian atau pengingkaran terhadap kewajiban baik yang dilakukan oleh 
pemerintah maupun oleh warga negara sendiri. Misalnya, kemiskinan yang 
masih menimpa sebagian masyarakat Indonesia. Hal itu dapat disebabkan 
program pembangunan tidak berjalan sebagaimana mestinya. Atau, bisa 
juga disebabkan oleh perilaku warga negara sendiri yang tidak mempunyai 
keterampilan sehingga kesulitan mendapatkan pekerjaan yang layak.
Pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara di antaranya 
disebabkan oleh faktor-faktor berikut.

a. Sikap egois atau terlalu mementingkan diri sendiri.
Sikap ini akan menyebabkan seseorang selalu menuntut haknya, sementara 
kewajibannya sering diabaikan. Seseorang yang mempunyai sikap seperti 
ini akan menghalalkan segala cara supaya haknya bisa terpenuhi, meskipun Caranya tersebut dapat melanggar hak orang lain.

b. Rendahnya kesadaran berbangsa dan bernegara.
Hal ini akan menyebabkan pelaku pelanggaran berbuat seenaknya. 
Pelaku tidak mau tahu bahwa orang lain pun mempunyai hak yang harus 
dihormati. Sikap tidak mau tahu ini berakibat muncul perilaku atau 
tindakan penyimpangan terhadap hak dan kewajiban warga negara.

c. Sikap tidak toleran.
Sikap ini akan menyebabkan munculnya saling tidak menghargai dan tidak 
menghormati atas kedudukan atau keberadaan orang lain. Sikap ini pada 
akhirnya akan mendorong orang untuk melakukan pelanggaran kepada 
orang lain.

d. Penyalahgunaan kekuasaan.
Di dalam masyarakat terdapat banyak kekuasaan yang berlaku. Kekuasaan 
di sini tidak hanya menunjuk pada kekuasaan pemerintah, tetapi juga 
bentuk-bentuk kekuasaan lain yang terdapat di dalam masyarakat. Salahsatu contohnya adalah kekuasaan di dalam perusahaan. Para pengusaha 
yang tidak memperdulikan hak-hak buruhnya jelas melanggar hak warga negara. Oleh karena itu, setiap penyalahgunaan kekuasaan mendorong 
timbulnya pelanggaran hak dan kewajiban warga negara.

e. Ketidaktegasan aparat penegak hukum.
Aparat penegak hukum yang tidak bertindak tegas terhadap setiap 
pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara, tentu saja 
akan mendorong timbulnya pelanggaran lainnya. Penyelesaian kasus 
pelanggaran yang tidak tuntas akan menjadi pemicu bagi munculnya kasus-
kasus lain. Para pelaku cenderung mengulangi perbuatannya, dikarenakan 
mereka tidak menerima sanksi yang tegas atas perbuatannya itu. Selain hal 
tersebut, aparat penegak hukum yang bertindak sewenang-wenang juga 
merupakan bentuk pelanggaran terhadap hak warga negara dan menjadi 
contoh yang tidak baik, serta dapat mendorong timbulnya pelanggaran 
yang dilakukan oleh masyarakat.

f. Penyalahgunaan teknologi.
Kemajuan teknologi dapat memberikan pengaruh yang positif, tetapi 
bisa juga memberikan pengaruh negatif bahkan dapat memicu timbulnya 
kejahatan. Anda tentunya pernah mendengar terjadinya kasus penculikan 
yang berawal dari pertemanan dalam jejaring sosial. Kasus tersebut 
menjadi bukti apabila kemajuan teknologi tidak dimanfaatkan untuk 
hal-hal yang sesuai aturan, tentu saja akan menjadi penyebab timbulnya 
pelangaran hak warga negara. Selain itu juga, kemajuan teknologi 
dalam bidang produksi ternyata dapat menimbulkan dampak negatif, 
misalnya munculnya pencemaran lingkungan yang bisa mengakibatkan 
terganggunya kesehatan manusia.

2. Kasus Pelanggaran Hak Warga Negara
Anda tentunya pernah melihat para anak jalanan sedang mengamen di 
perempatan jalan raya. Mungkin juga Anda pernah didatangi pengemis yang meminta sumbangan. Nah, anak jalanan dan pengemis merupakan salah satu golongan warga negara yang kurang beruntung, karena tidak bisa mendapatkan haknya secara utuh. Kondisi yang mereka alami salah satunya disebabkan oleh terjadinya pelanggaran terhadap hak mereka sebagai warga negara, misalnya pelanggaran terhadap hak mereka untuk mendapatkan pendidikan sehingga mereka menjadi putus sekolah dan akibatnya mereka menjadi anak jalanan.

3. Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara
Anda tentunya sering membaca slogan “orang bijak taat pajak”. Slogan 
singkat mempunyai makna yang sangat dalam, yaitu ajakan kepada setiap 
warga negara untuk memenuhi kewajibannya, salah satunya adalah membayar pajak. Kewajiban warga negara bukan hanya membayar pajak, tetapi masih banyak lagi bentuk lainnya seperti taat aturan, menjunjung tinggi pemerintahan, dan bela negara. Kewajiban-kewajiban tersebut apabila dilaksanakan akan mendukung suksesnya program pembangunan di negara ini serta mendorong terciptanya keadilan, ketertiban, perdamaian, dan sebagainya.Pada kenyataannya, saat ini, banyak terjadi pengingkaran terhadap kewajiban-kewajiban warga negara. Dengan kata lain, warga negara banyak yang tidak melaksanakan kewajibannya sebagaimana yang telah ditetapkan oleh undang-undang. Pengingkaran tersebut biasanya disebabkan oleh tingginya sikap egoisme yang dimiliki oleh setiap warga negara sehingga yang ada di pikirannya hanya sebatas bagaimana cara mendapat haknya, sementara yang menjadi kewajibannya dilupakan. Selain itu, rendahnya kesadaran hukum warga negara juga mendorong terjadinya pengingkaran kewajiban oleh warga negara.
Pengingkaran kewajiban warga negara banyak sekali bentuknya, mulai 
dari sederhana sampai yang berat, di antaranya adalah sebagai berikut.
a. Membuang sampah sembarangan
b. Melanggar aturan berlalu lintas, misalnya tidak memakai helm, mengemudi tetapi tidak mempunyai Surat Izin Mengemudi, tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berkendara tetapi tidak membawa Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), dan sebagainya.
c. Merusak fasilitas negara, misalnya mencorat-coret bangunan milik umum, merusak jaringan telepon.
d. Tidak membayar pajak kepada negara, seperti pajak bumi dan bangunan, 
pajak kendaraan bermotor, retribusi parkir dan sebaganya.
e. Tidak berpartisipasi dalam usaha pertahanan dan keamanan negara, 
misalnya mangkir dari kegiatan siskamlinPengingkaran kewajiban tersebut apabila tidak segera diatasi akan berakibat pada proses pembangunan yang tidak lancar. Selain itu pengingkaran terhadap kewajiban akan berakibat secara langsung terhadap pemenuhan hak warga negara.


TUGAS MANDIRI

1.mengapa kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara masih terjadi?

2. Siapa yang harus bertanggung jawab untuk mencegah terjadinya kasus kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

3. Apa saja solusi yang anda ajukan untuk mencegah terjadinya kasus kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

SETELAH MENGAMATI VIDEO PEMBELAJARAN ,   KERJAKAN TUGAS DI BAWAH INI!